Kerajinan Tangan Batok Antik - DESA HARIANG
Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi ekonomi tinggi dan mulai diperhatikan dunia internasional. Indonesia kini tengah berpacu dalam pasar global atau disebut dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang telah dimulai pada tahun 2015. Tingginya populasi usia produktif di Indonesia tidak berbanding lurus dengan ketersediaan jumlah lapangan pekerjaan, sehingga mendorong masyarakat Indonesia berlomba-lomba menciptakan terobosan untuk meningkatkan daya saing demi memajukan perekonomian. Maka tidak heran, kini mulai bermunculan pelaku usaha sektor industri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu tulang punggung ekonomi rakyat. Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan upaya yang dilakukan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memberdayakan usaha Mikro, Kecil dan Menengah melalui pemberian fasilitas, bimbingan, pendampingan, bantuan perkuatan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan serta daya saing UMKM. Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah persaingan perdagangan bebas sangat penting dalam mendorong pembangunan ekonomi bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Usaha kerajinan tangan Bapak Wiharto salah satunya, yang tepatnya terletak di Dusun Curug RT.008 RW.003 Desa Hariang Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang membuat aneka kerajinan tangan diantaranya batok antik, pipa cangklong dan peci kulit kayu merupakan usaha UMKM yang perlu dikembangkan. Untuk memudahkan perencanaan kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang efektif dan efisien, harus dengan memperluas akses infrastruktur, teknologi, permodalan, kelembagaan UMKM dan perbaikan iklim ekonomi yang lebih baik untuk mendukung dan meningkatkan daya saing masyarakat pedesaan di pasar global.